Kajian Subuh Bersama Ust. Anjar Firmansyah Al-Hafizh

Admin

Usai sholat subuh berjama’ah, para santri dan asatidzah Darul Ulum berkesempatan mendengarkan untaian nasihat dari ustadz Anjar Firmansyah, salah seorang pengasuh tahfizh di pesantren Darusy Syahadah di daerah Boyolali.

Sebagai seorang yang memiliki perhatian khusus terhadap Al-Qur’an dan ilmu qiro’ah, beliau menasihati para hadirin agar bersungguh-sungguh mencurahkan kemampuan untuk menghafal kalamullah.

Karena sungguh-sungguh menghafal Al-Qur’an adalah salah satu bentuk nyata kecintaan seseorang kepada Allah ‘azza wajalla.

Selain kepada para santri, beliau juga mengingatkan para asatidzah dan musyrif di pesantren. Bahwa musyrif itu minimal memiliki tiga qaf.

Qaf yang pertama adalah qudrah.

Musyrif atau mu’allim itu harus berbekal kemampuan dan tidak pernah merasa cukup. Makanya, belajar itu bukan hanya saat menjadi santri, tapi juga saat menjadi ustadz. Agar ilmunya tidak mandek dan kemampuan terus meningkat.

Qaf yang kedua adalah qudwah.

Musyrif atau mu’allim itu wajib memberi contoh yang baik. Sebab, bagusnya teladan itu jauh lebih fasih dari sekedar bagusnya beretorika.

Qaf terakhir adalah qaribah.

Yaitu kedekatan mu’allim dengan muta’allim. Bagaimana mungkin mu’allim atau musyrif memahami karakter anak didik kalau tidak dengan mendekatinya. Sehingga bisa lebih mudah menghadirkan solusi yang tepat atas kesulitan tiap-tiap anak didik.

Sungguh nasihat yang luar biasa. Semoga kesempatan yang singkat itu dapat membakar semangat seluruh santri dan asatidzah untuk mengabdikan diri untuk Al-Qur’an. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *