Integrasi Konsep Aljabar dengan Al Quran (Sifat Tertutup pada Operasi Penjumlahan dan Perkalian pada Bilangan Rasional)

Aljabar pertama kali dikemukakkan oleh matematikawan dari Persia bernama Al-Khawarizmi. Salah satu karya Al-Khawarizmi adalah Kitab al-mukhtashar fi hisab al-jabr wal muqabala ( ). Aljabar merupakan konsep dasar matematika, dari konsep aljabar matematikawan mengemukakan konsep-konsep baru yang membuat matematika semakin berkembang.

Salah satu konsep aljabar yaitu operasi penjumlahan dan perkalian, kedua operasi ini memiliki beberapa sifat salah satunya adalah tertutup. Suatu operasi dikatakan tertutup pada suatu himpunan jika hasil operasi anggota-anggota himpunan tersebut merupakan anggota himpunan itu juga. Operasi penjumlahan dan perkalian tertutup pada himpunan bilangan rasional karena jika sebarang dua bilangan rasional dikenai operasi penjumlahan dan perkalian hasilnya merupakan anggota dari himpunan bilangan rasional.

Sifat tertutup pada operasi penjumlahan dan perkalian pada bilangan rasional dapat kita kaitkan dengan hukum alam yang berlaku yaitu semua perbuatan (perbuatan baik dan perbuatan buruk) yang dilakukan oleh seseorang, maka akan kembali kepada dirinya sendiri sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya. Disini sifat tertutup kita ibaratkan dengan perbuatan kita, penjumlahan dan perkalian sebagai macam-macam perbuatan (kebaikan atau kejahatan), dan bilangan rasional sebagai manusia. Allah berfirman dalam surat Al-Isra' ayat 7.

"jika kamu berbuat baik (berati) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri ." (QS. Al-Isra':7)
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa ketika kita melakukan suatu perbuatan maka sama saja dengan kita melakukan perbuatan tersebut kepada diri kita sendiri.
Pada dasarnya semua perbuatan yang kita lakukan itu akan ada balasannya. Balasan tersebut sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Allah berfirman dalam surat Ar-Rahman ayat 60.

"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)."(QS.Ar-Rahman:60)
Allah juga berfirman dalam surat An-Nisa' ayat 123.
...
"barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak pula penolong baginya selain dari Allah." (QS. An-Nisa': 123)
Sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan Allah akan tetap memberi balasan kepada kita. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Zalzalah ayat 7-8.
.
"maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya." (QS. Al-Zalzalah:7-8)
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara sifat tertutup pada operasi bilangan rasional dengan perbuatan yang dilakukan manusia.

 

Sumber : https://www.kompasiana.com/atiqoturroyyani18190005/5e0593acd541df7c7413daf4/integrasi-konsep-aljabar-dengan-al-qur-an-sifat-tertutup-pada-operasi-penjumlahan-dan-perkalian-pada-bilangan-rasional

ShareThis